PERNYATAAN SIKAP KOMITE AKSI PEREMPUAN: 20 TAHUN KASUS MARSINAH TERBENGKALAI


marsinah foto

Usut dan Tuntaskan Kasus Marsinah

20 tahun yang lalu, pada 9 Mei1993, jasad seorang buruh perempuan, Marsinah ditemukan tergeletak di sebuahgubuk berdinding terbuka di pinggir sawah dekat hutan jati, di dusun Jegong,desa Wilangan, kabupaten Nganjuk, lebih seratus kilometer dari pondokannya dipemukiman buruh desa Siring, Porong. Dia dibunuh setelah hilang pada tanggal 5Mei 1993, pasca terlibat aktif dalam pemogokan buruh PT Catur Putra Suryadengan tuntutan kenaikan upah.

Berbagai data yang dikeluarkanoleh Tim Pencari Fakta untuk Marsinah memaparkan dengan sangat jelas adanyaketerlibatan pengusaha dan juga militer dalam kasus ini. Kolaborasi antarapengusaha dan tentara bukan hal yang aneh, karena dalam konsepnegara/pemerintah yang berpihak pada modal maka tentara akan selalu dibutuhkandan digunakan untuk menjaga alat-alat produksi milik pemodal.

Pemerintahan Suharto telahmembuat pengadilan untuk menyelesaikan kasus pembunuhan Marsinah tetapi ituhanyalah drama bohong belaka, karena peradilan pada masa Orde Baru tersebuttidak berhasil -justru menutup-nutupi keterlibatan tentara (pada waktu ituABRI).

Tubuh Marsinah ditemukan dalamkeadaan penuh luka, pergelangan tangannya lecet bekas ikatan, tulangselangkangan dan vagina hancur (dari berbagai sumber). Kalau melihat kondisitersebut sudah hampir dipastikan bahwa Marsinah selain mengalami kekerasanfisik juga mengalami kekerasan seksual.

Kini setelah 15 tahun reformasi,20 tahun kematian Marsinah belum titik terang akan keberlanjutan untukmenyelesaikan kasus ini. Sudah sebanyak 3 kali makam Marsinah dibongkar dan TimPencari Fakta dibentuk untuk kebutuhan penyelidikan. Bahkan, pada tahun 2002Komnas HAM berupaya untuk membuka kembali kasus Marsinah dan itu pun gagalmenguak kembali pembunuh sebenarnya dalam kasus Marsinah.

Segala upaya yang dilakukan gagalkarena setiap pemerintahan dalam era Reformasi tidak punya kemauan serius untukmenyelesaikan kasus pembunuhan Marsinah. Janji-janji untuk menyelesaikan kasusMarsinah dalam setiap pemilu hanya menjadi isapan jempol belaka.

Menjadi penting dan mendesakuntuk menegakkan keadilan bagi kematian Marsinah karena Marsinah adalahgambaran buruh perempuan yang berani menuntut haknya dan telah menjadiinspirasi bagi gerakan buruh di Indonesia. Apalagi, tahun ini, tepat 20 tahunkasus Marsinah dan akan dinyatakan kadaluarsa. Artinya kasus Marsinah sedangdalam situasi KRITIS dan dibutuhkan perjuangan yang lebih untuk menegakkan keadilanbagi Marsinah, keluarganya, buruh dan perempuan Indonesia.

Komite AksiPerempuan telah melakukan Audiensi dengan Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Danselanjutnya bersama Komnas Perempuan, Komnas HAM dan Komite Pembela Marsinahkami akan melakukan bedah kasus Marsinah yang akan dilakukan pada: Jumat, 10Mei 2013 jam 15.00 Wib bertempat di Kantor: Komnas HAM, Jl. Latuharhary 4BJakarta. Hal ini dilakukan selain: agar pemerintah dan aparat negara tidakmelupakan pelanggaran HAM masa lalu, juga agar Marsinah menjadi pengingattentang peristiwa kekerasan yang dialami buruh perempuan di Indonesia.

Komite AksiPerempuan juga mengadakan Aksi penyalaan ” Lilin untuk Marsinah” yangdiadakan pada: Rabu, 8 Mei 2013 jam 19.00 Wib di Bundaran Hotel Indonesia (DepanPlaza Indonesia) Jakarta. Aksi Lilin untuk Marsinah ini sebagai tanda berkabungatas perjuangan kematian Marsinah yang belum tuntas hingga kini. Aksi lilinakan diperingati dengan pembacaan puisi, paduan suara,dll.

Dengan tidak tuntasnya kasus Marsinah ini makakami dari Komite Aksi Perempuan menuntut :

1. Buka kembali kasus Marsinah sebagai kasuspelanggaran HAM dan tuntaskan serta tangkap pelakunya.

2. Jadikan tanggal 8 Mei sebagai Hari AntiKekerasan Terhadap Perempuan Nasional.

Kami menyadaribahwa pembukaan kembali kasus Marsinah bukanlah hal yang mudah. Namun, iniadalah satu-satunya jalan supaya kasus Marsinah tidak berlalu begitu saja,sementara sang pelaku masih bebas berkeliaran.

Jakarta, 7 Mei 2013

Komite Aksi Perempuan

Perempuan Mahardhika,PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia),Kalyanamitra, Kapal Perempuan, ICRP, TURC (TradeUnion Right Center), Jala PRT, FBLP(Forum Buruh Lintas Pabrik), Marsinah FM,Pembebasan, MitraImade, KPI Jakarta, Solidaritas Perempuan, Mitra Inti, Aliansi Sovi(Solidaritas untuk Luviana), Institut Perempuan, Kontras, LBH Jakarta, PBHI Jakarta, FKMJ (Forum Masyarakat Kota Jakarta, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Migran Care, KOHATI, NLC (New LandCommunity), FSPSI Reformasi, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI),Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI), SOMASI UNAS, KOPRI PMII.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s