Pertanyaan Sikap FONDASI, 15 TAHUN REFORMASI


“REFLEKSI 15 TAHUN REFORMASI: TOLAK RUU KAMNAS DAN ORMAS, PEMASUNG DEMOKRASI”
Pada 21 Mei 1998, gerakan rakyat dan mahasiswa Indonesia telah memperlihatkan kekuatannya dengan merobohkan Orde Baru (Soeharto) sebagai simbol pemerintahan yang berwatak otoritarian dan militeristik. Tirani kediktatoran yang bertahan selama 32 tahun itu akhirnya lengser dari tahta singgasananya dan berharap digantikan dengan sistem pemerintahan yang demokratis. Namun, tepat 15 tahun demokrasi (palsu) ini dimenangkan, dengan pengorbanan keringat dan darah puluhan, ratusan, bahkan jutaan rakyat dan mahasiswa, kebebasan itu justru kembali dipasung.
Hal ini terlihat saat Undang-Undang (UU) Intelijen disahkan pada 2012 serta rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional dan Organisasi Kemasyarakatan (RUU KAMNAS dan ORMAS) yang akan disahkan pada pertengahan tahun ini, dimana ketiga produk ini memberikan ruang sebesar-besarnya bagi militer, untuk bergerak menembaki rakyat dikota maupun desa; di pabrik maupun di wilayah konsesi investasi ekstraktif; di tambang maupun di kebun; di pasar maupun di kampus.
Semua itu dilakukan dengan mengatasnamakan stabilitas keamanan negara. Stabilitas negara dalam mengamankan kepentingan investasi skala besar dan massif; kepentingan akumulasi kapital negara-negara Anex; kepentingan menjaga pasar KFC dan AQUA; kepentingan menjadikan kita sebagai manusia konsumtif yang bekerja hanya untuk berbelanja; kepentingan membuat kita terasing diatas tanah sendiri.
Lalu mari kita tengok, bagaimana rakyat Papua dipaksa bungkam saat tanahnya diambil oleh tambang emas (Freeport) atau bagaimana Rusdi Tungkapi ditembak mati pada tahun 2004 saat mempertahankan tanahnya di teluk Kao (NHM), atau bagaiamana PKL ditendang saat mempertahankan lapak jualannya yang digusur oleh milisi sipil (SatpolPP). Kenapa semua ini dilakukan? Karena ada kepentingan kapitalisme yang membungkam suara-suara perlawanan kita, melalui tameng dan senjata militer anti rakyat.
Berangkat dari semua hal di atas, maka kami mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia –khususnya Maluku-Utara—untuk melakukan aksi serentak dalam rangka “Refleksi 15 Tahun Reformasi: Tolak RUU Kamnas dan Ormas, Pemasung Demokrasi”, dengan tuntutan:
  1. Tolak kenaikan BBM
  2. Hapus UU Penanaman Modal Asing (PMA), UU Minyak dan Gas (MIGAS), UU Pendidikan Tinggi, dan segala bentuk UU yang pro investasi kapitalis;
  3.   Tolak dan hapus Kontrak Karya (PT. NHM, WBN, dan ANTAM); serta Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Maluku Utara;
  4.  Usut tuntas kasus-kasu pelanggaran HAM di masa lalu (Orde Baru) dan adili para jenderal pelaku pelanggaran HAM;
  5.  Stop penggusuran terhadap PKL, stop kriminalisasi warga dan bebaskan 4 orang warga Paceda yang ditahan;
  6.  Tolak pangkalan Amerika di Asia;
  7.  Tolak program MDG’s, MP3EI, MP3KI, REDO dan REDO+
Salam Perjuangan!
FONDASI :
PMII, PEREMPUAN MAHARDHIKA, PEMBEBASAN, LMND, SLAVERRY COMMUNITY, GMKI, GMNI, PUSMAT
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s