Tak Ada Alasan untuk Benci dan Takut pada LGBT


Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Memperingati Hari Internasional Melawan Homofobia (IDAHO) 2013

579991_441238035888586_170501244_nTidak ada alasan untuk membenci atau takut terhadap kaum LGBT. Kaum  LGBT adalah bagian dari masyarakat kita. Anggapan-anggapan bahwa orientasi seksual sesama jenis muncul karena penyakit jiwa atau tindakan yang melawan kodrati sebagai ciptaan Tuhan adalah salah. Dalam sejarahnya, orientasi seksual sesama jenis telah ada seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri.

Stigma (label negatif) terhadap orientasi seksual sesama jenis adalah tindakan sengaja dan tersistematis. Pandangan tersebut dikembangkan oleh kepentingan yang tidak menginginkan tujuan relasi seksual antar manusia hanya untuk kenikmatan seksual itu sendiri dan mengesampingkan kepentingan untuk melakukan reproduksi.

Kapitalisme sebagai sebuah sistem yang menghamba pada akumulasi modal dan perampasan nilai kerja yang dihasilkan oleh tenaga kerja,sangat berkepentingan untuk melanggengkan logika di atas. Ia berkepentingan untuk sekuat-kuatnya memaksakan produksi manusia sebagai basis bagi tenaga kerja murah yang akan mendukung akumulasi modalnya.

Kapitalisme yang berwujud pada industri barang-barang komoditi/ perusahaan-perusahaan multi nasional dan didukung oleh negara akan menciptakan seperangkat kebijakan yang mendiskriminasi kaum LGBT dan menempatkan mereka dalam situasi yang rentan kekerasan.

Dalam banyak kasus, kaum LGBT mengalami banyak tindak kekerasan seperti : kekerasan seksual (berupa perkosaan maupun pemaksaan aktivitas seksual yang lain), kekerasan fisik (berupa pemukulan, tamparan, meludahi, dll), kekerasan emosional (biasanya berupa ancaman untuk menyembunyikan orientasi seksualnya, membatasi pergaulan, memaksa untuk ”berobat”, penolakan, ataupun pengusiran). Kekerasan emosional yang lain juga dilakukan oleh media dengan membuat pemberitaan yang mendiskreditkan kalangan LGBT.

Diskriminasi kepada kaum LGBT terlihat jelas dalam beberapa hal seperti : diskriminasi untuk mendapatkan pekerjaan, diskriminasi dalam hal akses terhadap keadilan, diskriminasi dalam memilih pasangan (banyak yang dipaksa untuk menikah dengan lawan jenisnya sehingga sepanjang masa pernikahannya adalah menjadi korban karena merasa diperkosa, bahkan ada yang memakai obat bius, dan pemaksaan hamil).

Negara atau pemerintah Indonesia yang seharusnya bertugas untuk menjamin rasa aman bagi warga negaranya justru telah abai terhadap berbagai kasus kekerasan yang menimpa kaum LGBT. Hingga saat ini tidak pernah ada kejelasan sikap dari pemerintah untuk menindak tegas kelompok-kelompok reaksioner yang melakukan penyerangan di saat konferensi ILGA (International Lesbian, Gay, Bisexual, Transexual, Intersex Association) di Surabaya berlangsung pada Maret 2010. Di sisi lain, pemerintah justru melancarkan berbagai kebijakan yang mendiskriminasi kaum LGBT.

Melihat situasi di atas, maka Komite Nasional Perempuan Mahardhika dengan tegas menuntut pada pemerintah untuk :

1. Mengusut tuntas kasus-kasus kekerasan yang dialami kaum LGBT, menangkap dan mengadili pelaku kekerasan, menjamin rasa aman terhadap berbagai aktivitas yang dilakukan oleh LGBT;

2. Menghapuskan segala perangkat kebijakan yang mendiskriminasi LGBT (UU No.44 tahun 2008 tentang Pornograf, Perda Sumatera Selatan No.13 tahun 2002, Perda Kota Palembang No.2 tahun 2004, PP No.54 tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, dsb).

Kami juga menyerukan kepada seluruh gerakan rakyat untuk mari berpartisipasi dalam perjuangan melawan diskriminasi dan kekerasan berbasis orientasi seksual dan identitas jender, bangun persatuan menuju pembangunan alat politik bersama untuk melawan sistem kapitalisme, penindas rakyat dan penghambat demokrasi di Indonesia.

Demikian pernyataan sikap dari kami.

Jakarta,24 Mei 2013

Komite Nasional Perempuan Mahardhika

Jumisih

Dept. Politik dan Kampanye

Mutiara Ika Pratiwi

Sekretaris Nasional

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s