Liputan IDAHO 2013 Medan


Sabtu, 01 Jun 2013 08:24 WIB
Tolak Kekerasan Lewat Kampanye
MedanBisnis – Medan. Diskriminasi dan kekerasan masih saja dirasakan para lesbian, gay, biseksual, transgender, interseks dan querr (LGBTIQ) dalam pekerjaan maupun memilih pasangan hidup. Karena itu, Rainbow United of North Sumatera (RUNS) yang tergabung dari beberapa komunitas, Jumat (31/5) melakukan kampanye di Taman Stadion Teladan Medan.
Dalam kampanye ini, mereka menggelar beberapa kegiatan untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat agar tidak ada lagi diskriminasi yang dirasakan para LGBTIQ ini. Agar saling menghormati dan menghargai hak-hak manusia termasuk dengan orientasi gender yang berbeda.

Sejumlah kegiatan digelar dalam kesempatan tersebut, seperti pengumpulan seribu tandatangan menolak kekerasan bagi LGBTIQ, teater, pemutaran flim pendek dan sejumlah kegiatan lainnya. Ketua Panitia Kartika Manurung yang ditemui di sela-sela dalam kesempatan tersebut menyebutkan kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan International Day Against Homophobia and Transphobia (IDAHO) yang jatuh pada 17 Mei.

Disebutkannya peringatan IDAHO kali ini, merupakan untuk pertama kalinya digelar diruang terbuka. Langkah ini untuk lakukan untuk membangun kesadaran bagi masyarakat luas, jika LGBIQ ini juga sama seperti manusia lainnya yang memiliki hak-hak dalam bernegara.  (ledi munthe)
(http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/06/01/32481/tolak_kekerasan_lewat_kampanye/#.UaxA_tLwlPN)

Kami Tidak Mau Ada Kekerasan

Jumat, 31 Mei 2013 15:54 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian RumaijukTRIBUN-MEDAN.com, MEDAN

– Komunitas LGBTIQ (lesbian, gay, biseksual, transgender, intersek, dan Queer) Medan mengadakan Pentas Warna Warni Idaho Medan 2013, di Taman Stadion Teladan Medan, Jumat (31/5/2013). Tindak kekerasan dan diskriminasi terhadap komunitas ini, dinilai sangat tinggi.”Kita hanya ingin mengajak masyarakat untuk lebih menyadari keberadaan kami. Kamia tidak ingin ada kekerasan,” ujar Julia Ginting, dan Kartika Manurung ditemui di lokasi pelaksanaan kegiatan. Sesuai dengan tema “Hentikan Diskriminasi dan Kekerasan Terhadap LGBTIQ” yang diselenggarakan Rainbow United of North Sumatera (Runs).

Menurutnya, banyak perempuan yang dikucilkan, bahkan tidak diberi ruang di masyarakat saat ketahuan dia seorang lesbi atau yang lainnya. Bahkan, di dunia kerja, mereka tetap dianggap menjadi penyakit masyarakat yang harus menjalani pemulihan. “Banyak teman kita yang dirukiah, namun itu tidak menjadi jawaban permasalahan ini. Bahkan dipaksa nikah, padahal kebahagiaan itu adalah pilihan,” ujarnya.

Bahkan, tambah Kartika, langkah-langkah yang diambil dengan kekerasan termasuk pemasungan tidak akan menyelesaikan masalah. “Ada itu pasangan saya yang ditarik paksa orangtuanya dari tempat umum, dan dipermalukan,” ujarnya.

Bahkan, perempuan yang berpenampilan seorang laki-laki justru dipaksa harus peminim. Perlakuan ini juga hampir sama dengan yang dialami waria. Dimana kekerasan terhadap penampilan, juga terhadap pemaksaan untuk menikah lawan jenis selalu terjadi. (afr/tribun-medan.com)

(http://medan.tribunnews.com/mobile/index.php/2013/05/31/kami-tidak-mau-ada-kekerasan)

482522_3175562205130_866585495_nIdaho Medan_Jakarta Post970786_3175470922848_1297571632_n

Foto-foto diambil dari http://www.thejakartapost.com/news/2013/06/01/homosexuals-and-transgenders.html dan dokumentasi Perempuan Mahardhika Medan
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s