28 Oktober 2013: Laporan Jelang Mogok Nasional 2013


mgok 28 Oktober 2013: laporan jelang Mogok Nasional 2013

Hari ini, 28 Oktober 2013, semua buruh keluar pabrik dengan keyakinan mogok nasional harus terjadi. Matikan mesin, mengabarkan ke yang lain bahwa kenaikkan upah 50 % bisa diwujudkan! Dari pagi hingga sore ini, seluruh buruh di masing-masing kawasan sudah siap dengan posisinya, toa, dan massa untuk berkonvoi bersama memogokan pabrik, hal ini terjadi di beberapa daerah. Titik-titik kerumunan massa dapat dilihat di Di Pulogadung, sejak pukul 09.10 wib, sekitar 150 massa buruh melakukan konvoi dan bagi selebaran. Konvoi motor dilakukan oleh FSP-KEP, SPPPMI, Aspek Indonesia, FSP-LEM SPSI. Jumlah massa terus bertambah. Kali ini dari FSPOI dan SP NIBA, massa terus berdatangan dan buruh keluar dengan sukarela dari dalam pabrik. Menghapuskan Inpres No 9/2013 adalah tuntutan mendesak yang disuarakan dalam orasi politik masing-masing serikat buruh.

Selain itu dalam orasi juga disinggung tentang posisi serikat buruh lain yang menolak mogok nasional. Hal ini tentu saja menghambat perjuangan buruh dalam menolak politik upah murah. Bundaran kawasan Pulogadung dipadati massa buruh yang terus berdatangan. Hingga pukul 12.21 Massa aksi tiba di Pulogadung dengan jumlah massa diperkirakan mencapai 6000 orang.  Konferensi  Pers Pulogadung bergerak juga dilaksanakan siang tadi, Rusdi Sekjend KSPI sedang menyampaikan statemen dan tuntutan dihadapan media, diantaranya:  Upah 3,7 juta (berdasarkan hasil survei forum buruh DKI); Hapuskan Outsorching; Elemen buruh tidak harus mengikuti instruksi pimpinan yang tidak mau ikut mogok; Menuntut janji Ahok; Mengajak masyarakat untuk mendukung mogok.

Kalau disalah satu media dikatakan bahwa KBN Cakung sepi mogok nasional (http://news.liputan6.com/read/731580/kawasan-berikat-nusantara-cakung-sepi-mogok-nasional-buruh), tidak pada kenyataannya. Massa buruh sudah bergerak dari pagi tadi melakukan konvoi, orasi-orasi dan bagi selebaran, saat ini buruh KBN Cakung yang sedang melakukan rally kawasan dihadap preman dan polisi. Di Bekasi, sejak pukul 08.32 wib, setidaknya 4000 massa buruh tergabung dalam konvoi keliling kawasan Delta dan Ejip untuk sosialisasi puncak Mogok Nasional 31 Oktober – 1 November 2013. Massa buruh terus bertambah hingga 9000an buruh. Tak sedikit juga yang menghadang perjuangan ini. Dalam konvoi ini, massa buruh dihadang bahkan ancaman penyerangan oleh massa pemuda, preman dan ormas kedaerahan. Begitu juga dengan demonstrasi buruh di Cikarang hari ini juga dihadang polisi dan preman.

Di Karawang, massa buruh dalam sela-sela konvoinya melakukan gravity Action di jalanan dengan tulisan: MOGOK NASIONAL 31 Oktober – 1 November 2013. Di Samarinda, Aksi Aliansi Buruh Mogok Nasional Samarinda sejak pagi melakukan aksinya dengan melakukan konvoi bersama dengan tuntutan naikkan UMP 2014 sebesar Rp 2.800.000,- dan Tolak Inpres No 9 Tahun 2013. Di Palu, Aliansi Perjuangan Nasional melakukan aksi di depan kantor DPRD Proponsi Sulawesi Tengah. Kondisi represif juga terjadi di Ternate, 2 anggota mahasiswa Pembebasan Ternate (Qmos dan Botik) dipukuli dan ditangkap politi saat sedang mendukung Mogok Nasional di Bacan, Halmahera Selatan. Kawasan industri Ancol- Kapuk, Jakarta Utara, massa buruh juga memadati sepanjang jalan kawasan, menghentikan produksi untuk memberikan sosialisasi kepada buruh lainnya yang belum bergerak.

Pra kondisi mogok juga terjadi di Batam (sumber:batamtoday.com), ratusan buruh berdemo di kantor Bupati Bintan dan mendatangi disnaker Batam. Di Tangerang (antaranews.com), sebanyak 800 massa buruh melakukan sosialisasi, bagi selebaran di kawasan pabrik dan sekitarnya. Selain menolak Inpres tentang Upah Murah, terdapat isu lainnya, diantaranya, menurunkan harga kebutuhan pokok; menolak sistem kerja kontrak; menolak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK); menolak Union Busting; dan menolak privatisasi aset-aset negara. Di Medan (okezone.com), sebanyak 10 ribu massa buruh melakukan mogok serentak di di daerah-daerah Industri, seperti Medan, Binjai, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi. Di Karanganyar (krjogja.com), prakondisi mogok dibuka dengan apel bersama di depan Taman Makam Pahlawan dan melakukan orasi-orasi politik terkait dengan penolakan upah murah. Begitu juga, di Cimahi dan Purwakarta mengepung kawasan industri dan melakukan sweeping guna mengajak yang lain untuk terlibat dalam barisan penolakan upah murah.

Pra kondisi Mogok Nasional akan terus berlangsung, dimulai hari ini hingga 30 Oktober 2013. Kantor Berita Radio Nasional menginformasikan massa buruh yang mogok tersebar di 50 kota pada 15 propinsi. Diperkirakan menjelang mogok akan lebih banyak lagi yang terlibat dalam barisan untuk memperkuat perjuangan menuntut 50 % kenaikkan upah. Informasi terkait laporan mogok nasional ini  akan terus berlangsung dan kabarkan perlawanan upah murah dimanapun berada, karena tak banyak media mainstream mengabarkan ini. Satukan tekad, bersatu tolak upah murah, kenaikkan upah 50 % adalah MUNGKIN!

Sumber: Ac, amako, tys, alwn, Dh, berbagai sumber melalui facebook.

karawangKarawang

paluPalu

samarindaSamarinda

pulogadungpulogdungPulogadung

kbnKBN Cakung

ancolAncol dan sekitarnya

Iklan

One thought on “28 Oktober 2013: Laporan Jelang Mogok Nasional 2013”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s