SIARAN PERS: Jelang Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Sedunia


SIARAN PERS RELAWAN JAKARTA MELAWAN KEKERASAN SEKSUAL

Jelang Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Sedunia:

Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Belum Jadi Prioritas,

Relawan Jakarta Melawan Kekerasan Seksual Datangi Jokowi-Ahok

Bayi 9 bulan diperkosa paman di Duren Sawit, RI (10 tahun) diperkosa ayah kandung di Cakung, RM (15 tahun) dicabuli dua laki-laki kenalan di Cengkareng, M (16 tahun) diperkosa dua laki-laki di Monas.

Empat korban orang di atas adalah warga Jakarta, warga ibukota Negara. Mereka bagian dari 20 perempuan Indonesia yang menjadi korban kekerasan seksual setiap hari di Indonesia. Ya, 20 perempuan setiap hari, yang berarti hampir setiap jam ada seorang perempuan (dari segala usia) yang menjadi korban kekerasan seksual di negeri ini.

Tentu saja ini bukan soal angka, karena 1 korban sudah terlalu banyak. Ini soal kebiadaban yang hadir di kota kita, di negara kita, setiap hari. Dimana perempuan hanya menjadi objek seksual didalam masyarakat kita dan Negara belum mampu menjamin keselamatan setiap warganya. Bahwa kemiskinan dan kualitas pendidikan yang buruk di tengah budaya patriarkhi yang kuat menciptakan banyak peluang melakukan kekerasan, merendahkan martabat perempuan dengan ucapan dan tindakan, bahkan tak sedikit anggota keluarganya sendiri menjadi korban.

Pada 19 Oktober 2013 lalu, telah berlangsung Konferensi Perempuan Jakarta bertajuk “Melawan dan Bebas Kekerasan Seksual” yang digagas oleh Perempuan Mahardhika. Sebuah konferensi dengan semangat baru memerangi kekerasan seksual terhadap perempuan, yang lahir dari komitmen 150 peserta konferensi dari berbagai daerah di Jakarta, ada juga perwakilan dari luar Jakarta. Peserta adalah perwakilan dari berbagai komunitas warga Jakarta dengan latar belakang yang berbeda-beda, baik kaum miskin kota, pelajar, mahasiswa hingga buruh.

Hampir di seluruh Indonesia, kekerasan seksual terus meningkat tajam. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menetapkan Indonesia darurat nasional kejahatan seksual terhadap anak pada bulan Juli lalu. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (KOMNAS Perempuan) beberapa waktu lalu bahkan sudah meminta agar pelapor khusus PBB bidang Kekerasan terhadap Perempuan didatangkan ke Indonesia untuk membantu mengatasi tingginya angka kekerasan seksual. Tanpa adanya penanganan yang cepat, setiap warga negara, terutama perempuan, akan terus diteror oleh rasa takut. Rasa takut jika diri sendiri, orang terdekat, keluarga menjadi korban, sekaligus was-was menjadi pelaku kekerasan seksual.

Relawan Jakarta Melawan Kekerasan Seksual

Ibu rumah tangga, remaja sekolah, mahasiswa, buruh perempuan, aktivis perempuan, serta laki-laki pendukung hak perempuan, yang datang di Konferensi Perempuan Jakarta, menyatakan perlunya gerakan bersama perempuan dan warga Jakarta melawan kekerasan seksual, serta menyiapkan diri sebagai relawan-relawan. Kami menyebutnya dengan:  Relawan Jakarta Melawan Kekerasan Seksual.

Relawan Jakarta Melawan Kekerasan Seksual ini merupakan gerakan independen dari masyarakat yang muncul  dari keresahan atas semakin meningkatnya kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi, namun minim penanganan dan pencegahannya. Bukan hanya sebagai gerakan independen, relawan Jakarta ini mengajak perempuan yang sebagian besar korban menjadi pejuang, dan mendorong gerakan melawan kekerasan seksual ini menjadi gerakan yang luas di masyarakat. Relawan ini akan berjalan di tingkat komunitas dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, bekerjasama dengan struktur tingkat terkecil RT, RW, Posyandu, PKK dan organisasi masyarakat lainnya untuk bergerak bersama memerangi kekerasan seksual. Oleh karena itu, kerja yang paling mendesak setelah forum bersama Konferensi Perempuan Jakarta adalah melibatkan sebanyak-banyak partisipasi masyarakat untuk terlibat menjadi relawan yang siap menangani kasus-kasus kekerasan seksual di lapangan dan kritis terhadap kemandegkan proses penanganannya.

Menjelang Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Relawan Jakarta Melawan Kekerasan Seksual akan mendeklarasikan konsep kerelawanan melawan kekerasan seksual ini pada rangkaian peringatan hari Anti kekerasan terhadap Perempuan dengan mendatangi  Jokowi – Ahok di Balaikota DKI Jakarta. Hal ini sesuai dengan komitmen dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ingin menjadikan Jakarta sebagai kota layak anak dan perempuan (kota tanpa kekerasan seksual).

Relawan Jakarta Melawan Kekerasan Seksual berharap dapat menjadi inspirasi bagi warga masyarakat di kota-kota lain di Indonesia, agar suatu saat bisa kita wujudkan secara bersama-sama: Indonesia tanpa kekerasan seksual.

Relawan Jakarta Melawan Kekerasan Seksual juga mengajak kawan-kawan jurnalis secara individu maupun institusi media dapat bekerjasama dalam isu ini. Karena masalah ini lintas profesi, lintas umur, lintas SARA, di mana keluarga kita masing-masing bisa menjadi korban atau pelaku berikutnya, jika kita tidak bersama-sama menghentikannya sesuai peran kita masing-masing.

Jakarta, 18 November 2013.

Salam kesetaraan dan keadilan,

Relawan Jakarta Melawan Kekerasan Seksual

Kontak:

Dian Novita         : 081578099948

Mul                        : 081287338314

Estu                       : 0818177136

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s