Hentikan Campur Tangan AS di Venezuela


IMG_0373
Aksi Solidaritas Venezuela Jumat, 21 Februari 2014

Hari ini, kami dari gerakan demokrasi di Indonesia (pada khususnya di Jakarta) melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Aksi kali ini merupakan sebuah sikap  untuk menuntut pemerintahan Amerika Serikat menghentikan campur tangannya di Venezuela terkait dengan upaya kudeta yang dilakukan oleh kelompok oposisi terhadap pemerintahan Bolivarian Nicholas Maduro.

Kesan yang ditimbulkan dari press release Menlu AS, Jhon Kerry[1] bahwa tidak ada demokrasi di Venezuela adalah satu kebohongan besar. Semenjak 1998 ketika para pendukung revolusi Bolivarian memenangkan Hugo Chavez dalam pemilu demokratis, Venezuela mulai menerapkan sistem demokrasi dan partisipasi rakyat dalam pengambilan kebijakan Negara. Venezuela merupakan Negara dengan angka pemilihan paling tinggi di Amerika Latin dan juga memiliki sistem pemilihan secara otomatis. 

Karena keyakinan bahwa demokrasi-lah yang akan menghidupkan Revolusi Bolivarian, Venezuela pun tidak membredel media dan alat propaganda yang dimiliki oleh kelompok oposisi. Sebesar 80% media di Venezuela adalah media milik swasta. Tiga Koran nasional (El Universal, El Nacional, Ultimos Noticias) beroposisi terhadap pemerintah. Empat televisi nasional, tiga diantaranya (Venevision, Globovision, dan Televan) adalah juga oposan pemerintah[2].

Kami mengecam berbagai publikasi yang memberitakan kebohongan, dan ingin memberikan kesan bahwa Maduro melakukan tindak represif terhadap para mahasiswa pro oposisi yang berdemontrasi[3].

Kami mendukung langkah tegas pemerintahan Nicholas Maduro untuk mengusir tiga diplomat AS di Venezuela terkait dengan langkah mereka untuk memprovokasi kerusuhan di kalangan mahasiswa dengan sebelumnya berkeliling ke kampus-kampus untuk menawarkan program visa ke AS namun setelah itu justru mengorganisir pelatihan, dan provokasi untuk melakukan kekerasan di Venezuela.

Kami mengapresiasi seruan presiden Nicholas Maduro untuk melakukan rally anti fasis di Venezuela sebagai semangat bagi rakyat untuk terus mempertahankan revolusi Bolivarian.

Kami mengapresiasi gerakan rakyat yang terus bergerak mempertahankan revousinya–kunci revolusi ada di tangan mereka; khususnya gerakan buruh, pemuda, perempuan, pelajar lingkar-lingkar sosialis dan dewan-dewan perencanaan komunal, dll yang terus meningkatkan partisipasi dan mobilisasi mereka mempertahankan dan memperhebat revolusi. Cita-cita sosialisme abad 21 yg ditegaskan Chavez ada di tangan mereka.

Melalui proses revolusi Bolivarian yang telah berjalan, Venezuela berhasil menyediakan pendidikan gratis, setara dan berkualitas. Sebanyak 79% kaum muda berumur 15-24 tahun bersekolah dan 67%nya bekerja di institusi publik. Berbagai misi bolivarian kesejahteraan juga telah diselenggarakan, diantaranya Mission Mercal, Mission Barrio Adentro, Mission Musica, dll. Undang-undang perburuhan yang diratifikasi pada 2003 juga menjamin hak-hak buruh (misal : para buruh tidak boleh diharuskan bekerja selama 5 jam terus-menerus, pekerjaan tidak boleh bertentangan dengan kehendak bebas buruh), pekerjaan rumah tangga juga dilihat mempunyai nilai dan mendapat jaminan sosial.

Terakhir, kami menyerukan kepada seluruh gerakan demokrasi di Indonesia untuk ayo terlibat dalam Gerakan Global – Solidaritas untuk Revolusi Bolivarian. Revolusi Bolivarian yang sedang berlangsung di Venezuela telah memberikan semangat bahwa sebuah sistem alternative (kekuasaan rakyat) itu ada dan mungkin dilakukan. Bersolidaritas terhadap proses demokrasi yang sedang berjalan di Venezuela adalah juga upaya untuk menguatkan pergerakan rakyat di Indonesia atas pentingnya memperbesar demokrasi sebagai syarat menuju cita-cita maju dan perubahan yang lebih baik.

IMG_0364

Jakarta, 21 Februari 2014

Gerakan Global – Solidaritas untuk Revolusi Bolivarian

LMND (Lamen 085658984846) ; Perempuan Mahardhika (Ika 085647735174) ; PMKRI (Bedi Roma 085216715626) ; PB HMI (Solissa 081380720707) ; Politik Rakyat (Budi W 085716115559) ; Formasi IISIP (Rahman 081281089862) ; SEMAR UI (Rio 083876871328) ; PRP (Fildzah 082175082628) ; HAMAS UNAS (Putera 081281808114) ; UIN (Haikal 085692892030) ; KPO PRP (Mika 087889327281) ; SPRI (Rio 081210501595) ; PKBI (Frey 08158320406) ; AJWI (Ina Silalahi 081230463556) ; PPR (Surya 081574304391) ; Pembebasan (082114538336) ; SBMI (Ramses 081364578636) ; F Progresip (Sarip 085782285593) ; FBLP (Dian Septi 081804095097) ; Himpunan Pekerja Indonesia (Fuad 081949768877) ; KP Federasi Mahasiswa Kerakyatan (Awe 089692994062) ;


[1] http://www.state.gov/secretary/remarks/2014/02/221693.htm

Salah satu isian statement Jhon Kerry berbunyi : We call on the Venezuelan government to provide the political space necessary for meaningful dialogue with the Venezuelan people and to release detained protestors. We urge all parties to work to restore calm and refrain from violence.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s