Arsip Kategori: Tak Berkategori

The Asian Women’s Forum on Climate Justice (Forum Perempuan Asia untuk Keadilan Iklim)


Filipina, 2/07/2014

Lebih dari 100 orang perempuan berkumpul dalam The Asian Women’s Forum on Climate Justice (Forum Perempuan Asia untuk Keadilan Iklim). Sebagian besar peserta hadir sebagai perwakilan organisasi perempuan yang ada di Filipina, dan beberapa dari Indonesia, Pakistan, Malaysia, Belgia, Prancis, Kanada, dan Srilangka. Acara yang diselenggarakan di Balay Kalinaw, Universitas Filipina, Quezon City, 2-3 Juli 2014 ini mendiskusikan secara intensif bagaimana kapitalisme telah mengeksploitasi alam dan turut memberikan andil besar dalam krisis lingkungan di dunia saat ini. Selain itu krisis lingkungan juga menimbulkan fenomena yang berefek pada produksi pangan masyarakat lokal, kesehatan, dan keamanan yang kedepannya situasi ini akan semakin menindas kaum perempuan.
Dalam pembukaan acara, Marijke Colle Co-Director of International Institute for Research and Education (IIRE) dari Amsterdam memberikan introduksi tentang Krisis Lingkungan dan Ekofeminisme sebagai pemancing diskusi. Marijke menyampaikan “The ecological and social crises are the two sides of the same coin: the capitalist mode of production. It destroys the environment which is the basis of our existence as human beings and as society. It exploits the vast majority of people on earth, workers, peasants, poor people”. (Ekologi dan krisis lingkungan adalah dua sisi mata uang dari koin yang sama: mode produksi kapitalis. Ini telah menghancurkan lingkungan yang menjadi basis dari eksistensi kita sebagai manusia dan sebagai masyarakat. Ini mengeksploitasi mayoritas manusia di dunia, pekerja, petani, dan orang miskin).

Selain itu menurut Marijke, “Eco-feminists must develop a feminist view on the ecological and economical crisis of global capitalism”(ekofeminis harus membangun sebuah pandangan feminis pada ekologi dan krisisi global kapitalisme).

Dalam forum ini juga hadir Dian Novita, dari Komite Nasional Perempuan Mahardhika sebagai perwakilan dari Indonesia. Dalam presentasinya, Dian menyampaikan tentang Krisis Lingkungan dan Dampaknya bagi buruh Perempuan. Fokus utama penjelasan Dian adalah situasi buruh perempuan terutama di kawasan Berikat Nusantara Cakung, yaitu kawasan Industri tempat Perempuan Mahardhika bersama Federasi Buruh Lintas Pabrik aktif mengorganisir buruh perempuan.

Menurut Dian, “Air tanah di Jakarta, terutama Jakarta Utara telah tercemar 56% bakteri coliform, dan bakteri fecal coli 67%. Dan sebagain besar air tolite di kawasan industri seperti KBN Cakung menggunakan air tanah, hal ini tentu saja akan sangat berpengaruh dengan kesehatan reproduksi buruh perempuan, yang seharusnya membutuhkan air bersih”. Selain itu untuk mendapatkan air bersih buruh perempuan harus merogoh uang sekitar 200-300 ribu rupiah setiap bulannya, tentu saja ini snagat mahal jika dibandingkan gaji mereka yang hanya Rp.2.300.000, tambahnya.

Dalam penutupan acara, masing-masing delegasi mengucapkan deklarasi “Let the Asian Women’s Forum on Climate Justice Begins! Dengan masing-masing bahasa dari setiap negara peserta.

_DN_

Iklan

BBM Naik Tinggi, Harga Susu Tak Terbeli!


Undangan Konferensi Pers “Perempuan Menolak Kenaikan Harga BBM”

Kepada Yth:
Kawan-kawan Jurnalis, Masyarakat dan Organisasi Masyarakat Sipil

Salam Hormat,

Rencana Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat berimbas bagi rumah tangga di Indonesia. Rumah Tangga miskin adalah yang paling terkena dampak kenaikan harga BBM. Nasib rumah tangga miskin akan semakin tidak menentu. Situasi real kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok seperti makanan telah mengalami kenaikan walaupun BBM belum diputuskan naik.

Kemiskinan yang akan semakin merajalela ini akan memberikan beban penindasan lebih berat terhadap perempuan. Lanjutkan membaca BBM Naik Tinggi, Harga Susu Tak Terbeli!

Liputan IDAHO 2013 Medan


Sabtu, 01 Jun 2013 08:24 WIB
Tolak Kekerasan Lewat Kampanye
MedanBisnis – Medan. Diskriminasi dan kekerasan masih saja dirasakan para lesbian, gay, biseksual, transgender, interseks dan querr (LGBTIQ) dalam pekerjaan maupun memilih pasangan hidup. Karena itu, Rainbow United of North Sumatera (RUNS) yang tergabung dari beberapa komunitas, Jumat (31/5) melakukan kampanye di Taman Stadion Teladan Medan.
Dalam kampanye ini, mereka menggelar beberapa kegiatan untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat agar tidak ada lagi diskriminasi yang dirasakan para LGBTIQ ini. Agar saling menghormati dan menghargai hak-hak manusia termasuk dengan orientasi gender yang berbeda. Lanjutkan membaca Liputan IDAHO 2013 Medan

Kasus Marsinah Belum Selesai! (Undangan Diskusi Publik Membuka Kembali Kasus Marsinah)


marsinah fotoKepada
Yth. Kawan-kawan Jurnalis, masyarakat dan organisasi masyarakat sipil

Salam Hormat,

Komite Aksi Perempuan (KAP) mengundang kawan-kawan untuk hadir dalam Diskusi Publik:  “Membuka Kembali Kasus Marsinah dan Membincangkan dalam Konteks Problematika Kasus Buruh Perempuan Terkini”.

Diskusi ini diadakan sebagai keinginan membuka kembali kasus Marsinah, mengusut tuntas kasusnya yang masih terbengkalai hingga 20 tahun. Selain itu, diskusi publik ini juga bertujuan untuk meletakkan konteks yang dialami oleh Marsinah kepada nasib buruh perempuan hingga hari ini. Saat ini, buruh perempuan tak hanya mengalami tindakan pemiskinan secara masif namun juga pelecehan seksual, diskriminasi, dan keberadaannya pun masih terpinggirkan dalam organisasi dan serikat buruh.

Diskusi di atas akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu, 1 Juni 2013 Waktu   : Pukul 13.00- 16.30 Wib
Tempat  : Kantor KontraS – Jl. Borobudur No. 14, Menteng Jakarta Pusat 10320

Agenda: Diskusi Publik Membuka Kembali Kasus Marsinah dan Konteks Persoalan Buruh Perempuan Sekarang

Pembicara:
1. Poengky Indarti  (Imparsial), investigator LBH Surabaya untuk pembunuhan Marsinah

2. Harry Wibowo (Tim Advokasi Kasus Marsinah/ KASUM)

Penanggap:
1. Alvon Kurnia Palma (YLBHI)
2. Haris Azhar (Kontras)
3. Otto Nur Abdullah (Komnas HAM)
5. Jumisih (FBLP)
6. Wardah Hafidz (UPC)
7. Said Iqbal (KSPI)
8. Mayong (LBH Jkt)

Moderator: Dina Ardiyanti (TURC/ Komite Aksi Perempuan)

Kami mengundang semua kawan untuk hadir dalam acara ini. Mari bersama, kita usut tuntas kasus pembunuhan Marsinah dan perjuangkan nasib buruh perempuan Indonesia ke arah yang lebih baik dan bermartabat.

 

Salam,
Komite Aksi Perempuan