Kekerasan Seksual


poster 1 copy     poster 4

Iklan

Pers Release “ Catatan Hitam Buruh Perempuan Indonesia” oleh Komite Aksi Perempuan


download (32)Di sepanjang tahun ini, banyak peristiwa hitam yang terjadi pada buruh perempuan Indonesia. Buruh perempuan mengalami diskriminasi dalam pekerjaannya, mendapatkan perlakuan kekerasan seksual dan pemiskinan struktural oleh pengusaha.
Komite Aksi Perempuan mendata kasus-kasus di bawah ini sebagai “ Catatan Hitam BuruhPerempuan di Indonesia”.

Sejumlah kasus menimpa buruh perempuan, antara lain: ada kasus Omih, seorang buruh perempuan di Tangerang yang harus dipenjara karena mempertahankan haknya dalam bekerja. Omih, juga harus kehilangan anaknya karena harus berjuang untuk mempertahankan hak bekerja.
Kasus kekerasan lain juga menimpa seorang jurnalis, Nurmala Sari Wahyuni yang mendapat kekerasan ketika melakukan peliputan. Nurmala kemudian harus kehilangan bayi yang dikandungnya.

Selanjutnya, Satinah, perempuan buruh migran asal Ungaran – Jawa Tengah yang dieksekusi pancung. Hal ini terjadi karena Pemerintah RI tidak melakukan advokasi padanya. Kasus Satinah juga menambah data 420 buruh migran yang terancam hukuman mati dan 99 lainnya yang sudah dieksekusi. Sejumlah buruh migran perempuan lainnya yang bekerja di luar negeri juga menjadi korban perdagangan manusia.

Kemudian kasus yang menimpa seorang buruh perempuan di Jawa Barat yang di PHK oleh manajemen perusahaannya karena jujur menyatakan statusnya sebagai penderita HIV/AIDS .

Beberapa kasus diskriminasi lain juga diterima buruh perempuan, seperti banyaknya kasus PRT ( Pekerja Rumah Tangga Anak) yang harus bekerja selama 14-18 jam sehari, diupah murah, tidak diberikan libur maupun cuti dan kehilangan waktu sosial mereka. Lanjutkan membaca Pers Release “ Catatan Hitam Buruh Perempuan Indonesia” oleh Komite Aksi Perempuan

Pernyataan Sikap Bersama : Perempuan Mahardhika, Forum Buruh Lintas Pabrik (FBLP) dan Radio Komunitas Marsinah FM


perempuan_ninaAngka Perkosaan Tinggi , Negara Gagal Melindungi Perempuan, Maka Kami Angkat Bambu Untuk Bertahan

Seratus tahun lebih pemikiran Kartini tentang kemerdekaan untuk perempuan, tetapi hingga detik ini belum juga perempuan lepas dari belenggunya. Perempuan, meskipun saat ini telah mendapatkan pendidikan, bekerja keluar rumah, bahkan menjadi presiden sekalipun, tetapi tetap menduduki angka tertinggi sebagai korban yang rentan terhadap kekerasan bahkan pemerkosaan. Dalam catatan tahunan yang disusun oleh Komnas Perempuan tahun 2012 angka kekerasan terhadap perempuan mencapai 216.156 kasus, dengan kasus kekerasan seksual dalam komunitas masyarakat mencapai 2.521 kasus, dan prosentase kasus perkosaan yang cukup tinggi. Bahkan dalam pantauan kami dari media online sejak Januari 2013 hingga saat ini, jumlah kasus perkosaan mencapai 42 kasus, ini belum terhitung kasus-kasus yang dilaporkan ke lembaga-lembaga yang mengadvokasi kekerasan terhadap perempuan.

Dari keseluruhan kasus tersebut sedikit sekali yang ditangani sampai tuntas oleh pihak kepolisian. Contohnya saja yang kami dapat dari media online yaitu kasus Perkosaan terhadap seorang perempuan berinisial WDR di Pemalang, yang diperkosa 3 orang kerabatnya sendiri yaitu 2 orang pamannya dan satu sepupu korban hingga hamil 3 bulan, dan pihak kepolisian Pemalang justru menganjurkan untuk diselesaikan secara kekeluargaan tanpa melihat kondisi korban. Siapapun bisa menjadi korban pemerkosaan atau kekerasan seksual bahkan anak-anak karena menurut data dari Indonesia Police Watch sendiri mengatakan umur korban anak berkisar antara 1-16 tahun, dan siapapun bisa menjadi pelaku pemerkosaan bahkan orang terdekat korban. Lanjutkan membaca Pernyataan Sikap Bersama : Perempuan Mahardhika, Forum Buruh Lintas Pabrik (FBLP) dan Radio Komunitas Marsinah FM

Mengenal Kartini Bukan Kebaya dan Konde, Tapi Membaca Surat-Suratnya


para-aktifis-perempuan-saat-mengelar-aksi-damai-didepan-kantor-wali-kota-jekGadis yang pikirannya sudah dicerdaskan,pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunianenek moyangnya. – Kartini

 

Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patahkata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung membawa aku melintasigunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tiada dapat!” melenyapkanrasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncakgunung. – Kartini

 

Saya malu sekali memikirkan kepentingan pribadi. Sayaberpikir-pikir dan melamun tentang keadaan saya sendiri dan di luar, disekeliling saya demikian banyaknya orang yang hidup menderita dan sengsara.Seolah-olah udara tiba-tiba bergetar disebabkan oleh suara orang-orangmenderita di sekeliling saya yang menjerit, mengerang dan mengeluh. Lebih kerasdari suara mengerang dan mengeluh, terdengar bunyi mendesing dan menderau dalamtelinga saya: Bekerja! Bekerja! Bekerja!- Kartini

Peringatan Kartini baru saja berlalu, tapi tak berhenti bagi kita untuk mengenal lebih jauh tentang Kartini . Orde Baru berhasilmereduksi pemikiran dan perlawanan Kartini di masanya dengan kebaya dan konde.Peringatan Kartini tersebut berlangsung turun temurun dalam masyarakat, dari sekolah-sekolahhingga instansi pemerintahan, namun ditengah perayaan Kartini dengan memakaikebaya, konde, baju adat, lomba memasak, ternyata ada cara lain untuk mengenalKartini yaitu dengan membaca surat-suratnya. Lanjutkan membaca Mengenal Kartini Bukan Kebaya dan Konde, Tapi Membaca Surat-Suratnya

Pernyataan Sikap Aksi Bersama Hari Bumi


921254_4860218104148_1933053699_oSelamatkan Bumi untuk Selamatkan Manusia;

Selamatkan Bumi dari Koorporasi dan Pemerintah Perusak Lingkungan

 

Persoalan lingkungan hidup dewasa ini sudah sangat mendesak untuk ditanggulangi. Kualitas lingkungan hidup semakin hari semakin memburuk. Selama 150 tahun, jumlah karbon yang ada di atmosfer telah meningkat 50%, dari 280 ppm menjadi 393 ppm. Dan dampaknya, khususnya abad terakhir, telah mencata tpeningkatan suhu global, kehancuran glasier dan lapisan es, perluasan gurun dan berbagai peristiwa cuaca ekstrem.

 

Fenomena perubahan iklim akibat pemanasan global disebabkan oleh pengrusakan hutan dan eksploitasi bumi untuk bahan bakar fosil yang dikeruk (ditambang) demi profit, pencemaran air-tanah-udara akibat limbah, kekeringan dan berbagai bencana alam hingga perubahan pola konsumsi serta pola hidup manusia, adalah contoh yang dekat didepan mata kita. Lanjutkan membaca Pernyataan Sikap Aksi Bersama Hari Bumi

“Perempuan dan Perubahan Iklim”[1]


hari bumi_Pdf-page-001 (1)“Bumi adalah rahim yang mampu memberikan kehidupan bagi manusia”

oleh Tuthy Feminisosialistha

Perempuan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam

Perempuan dan masyarakat adat, pedesaan dan pesisir adalah potret perempuan dan (manusia lainnya)yang memanfaatkan alam untuk kebutuhannya dengan tidak secara berlebihan, serta selalu menjaga dan merawat alam sebagaimana alam memberi dan memenuhi kebutuhan hidup mereka, semua itu dilakukan demi kehidupan yang berkelanjutan[3]. Perempuan-perempuan inilah yang tahu dan paham bahwa alam telah menyediakan segalanya untuk kebutuhan keberlangsungan hidup mereka dan bukan untuk memenuhi segala keinginan manusia yang serakah. Merekalah perempuan-perempuan yang hidupbersama manusia lainnya dengan pendidikan egaliter yang diajarkan alam. Hingga di beberapa budaya, simbol-simbol perempuan dilekatkan pada aktivitas alam seperti ibu pertiwi sebagai simbol alamyang dekat dengan perempuan (ibu) atau dewi kesuburan yang dipercaya dan disimboliskan kesuburan reproduksi perempuan sebagai kesuburan bagi produktifitas pertanian. Lanjutkan membaca “Perempuan dan Perubahan Iklim”[1]

Relawan KawanKU

Melawan dan Bebas Kekerasan Seksual

Perempuan Mahardhika

Perempuan Keluar Rumah, Bangun Organisasi dan Gerakan Perempuan

politik rakyat online

bacaan untuk membangun kekuasaan rakyat